SUMBA TIMUR DARURAT DEMAM BERDARAH

 

Posko Solidaritas untuk korban Demam Berdarah (DBD) Sumba Timur mendatangi Gedung DPRD NTT guna menyampaikan aspirasi mereka terkait wabah demam berdarah yang saat ini melanda Sumba Timur. Aksi ini diikuti oleh gabungan Organisasi mahasiswa antaranya GMNI, GMKI, PMKRI, PERMAPELTA, KEMMAS, IPMASTIM, IRGSC DAN WALHI NTT. Masa aksi mereka diterima Kepala Bagian Keuangan Setwan Provinsi NTT, Alfonsius Watu Raka, SE., MM di depan Gedung DPRD Provinsi NTT, Rabu (13/03/19).

 

Kedatangan masa aksi ini sebagai tanda kepedulian mereka atas Kejadian Luar Biasa(KLB) demam berdarah yang terjadi di Kabupaten Sumba Timur dan telah menelan 18 korban jiwa serta 800 orang yang terjangkit wabah tersebut. Mereka meminta Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Sumba Timur untuk serius membatasi penyebaran demam berdarah dengan cepat, tepat dan solutif karena sudah menyangkut nyawa manusia karena itu harus menjadi prioritas utama.

Dalam aksi ini juga masa aksi melalui beberapa point penting yang dituangkan dalam pernyataan sikap mereka antara lain menuntut DPRD Provinsi NTT  agar pertama: segera memperbaiki tata kelola kota dan sanitasi di Kabupaten Sumba Timur, Kedua: Meminta DPRD Sumba Timur untuk serius mengawasi tindakan pencegahan DBD baik dari sisi asnggaran maupun regulasi, Ketiga: Pengelolaan sampah harus berbasis pada UU No. 18 tahun 2008, Keempat: Membentuk Tim khusus dan relawan untuk mencegah penularan DBD dan Keempat : menyediakan Posko dan obat disetiap kecamatan yang bertujuan untuk meminimalisir jarak dan keterlambatan akses kesehatan warga yang terkena DBD.

Pada akhir orasi mereka, masa aksi ini menyerahkan pernyataan sikap mereka kepada Pemerintah dan DPRD Provinsi NTT untuk segera tindak lanjuti sebelum korban lebih banyak berjatuhan.

Additional information