Video Pelantikan DPRD NTT

 

ANTISIPASI CUACA BURUK DI NTT, KOMISI V CEK KESIAPAN BASARNAS NTT

Dalam rangka mengecek kesiapsiagaan BASARNAS Kupang dalam menghadapi cuaca extrem di Provinsi NTT, Selasa(14/01/2020) Komisi V DPRD NTT mengecek secara langsung dengan mendatangi Badan SAR Nasional (BASARNAS) Provinsi NTT.

Komisi V DPRD Provinsi NTT yang hadir yakni Yunus H. Takandewa, S.Pd sebagai ketua komisi bersama tim Komisi V antaranya,  Wakil Ketua Komisi V, Ir. H. Mohammad Ansor Orang, Wakil Ketua Komisi, Kristien S. Pati, SP, Sekretaris Komisi V, Yohanes Rumat, SE dan Anggota Komisi V antara lain : Emanuel Kolfidus, S.Pd, Gonzalo G. Muga Sada, S.Sos, Ana Waha Kolin, S.Pd, Dolvianus Kolo, S.Pd, Jan Pieter Dj Windy, SH, Eduard M. Lioe, S.Ip., SH, M.H,

 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Emi Freeser, SE., dalam sambutan singkatnya menanggapi maksud tujuan komisi V mengatakan pada intinya BASARNAS selalu siap dalam menangulangi bahaya yang akan timbul akibat cuaca extrem tersebut. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan wacana pembentukan SAR komunity yang beranggotakan pemuda/komponen pada tiap kabupaten yang dianggap rawan bencana alam.

Langkah ini diambil karena mengingat BASARNAS hanya memiliki 64 anggota dan  juga lokasinya tidak disemua titik  serta dalam   setiap terjadi bencana selalu lambat penanganan karena masih menunggu surat perintah. Harapannya ke depan NTT memiliki SAR Komunity yang mana tidak membutuhkan surat perintah.  Dan juga kalau ini dibentuk bukan tidak mungkin sangat membantu pekerjaan BASARNAS di lapangan  karena SAR Komunity akan  menjadi pioner sambil menunggu TIM turun ke lokasi bencana.

“contohnya di Malaka, kami tidak memiliki pos tetapi jika kami mengambil pemuda di Malaka kemudian dilatih maka mereka akan menjadi pioner di lapangan sambil menunggu Tim turun ke lokasi bencana” tuturnya.

Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus H. Takandewa, menyambut dan mengapresiasi langkah yg di ambil oleh BASARNAS. "DPRD dengan dukungan Politiknya akan melakukan rapat koordinasi bersama SAR yang akan membentuk SAR Komunity, PNPB yang sudah memiliki IRC (Tim Reaksi Cepat) dan Dinas Sosial yang sudah memiliki Tagana (Taruna Siaga Bencana) agar usulan DPR tentang 10 rb relawan untuk mengatasi bencana dapat di jatahkan juga untuk pembentukan SAR Komunity NTT" Ujar yunus.

Lanjut Yunus, ditahun 2020 BMKG kupang akan dilengkapi dengan perlengkapan deteksi dini Tsunami dan Gempa Bumi dan juga akan di pasang peralatan IT  untuk membantu kerja BMKG. Karena menurutnya Indonesia sudah menjadi supermarket bencana oleh karena itu perlu dukungan pemerintah dan semua pihak agar bersama mengatasi bencana yang melanda negeri ini. oken

Hal tersebut sejalan dengan wacana DPR yang diutarakan oleh Ketua Komisi V, Yunus H. Takandewa bahwa DPR telah mencanangkan 10 ribu tenaga relawan untuk membantu menanggulangi masalah bencana di tanah air, diharapkan BASARNAS NTT juga mendapat jatah anggota relawan untuk membantu mengatasi bencana yang melanda NTT.(ok)

Additional information