TIDAK LAYAK PAKAI, PENERIMA BANTUAN GANTI MESIN BARU

  • Print

Kapal pencari ikan jenis 3 Gross Tonnage (GT) yang merupakan bantuan dari Dinas Perikanan Provinsi Nusa tenggara Timur tahun 2020 dianggap tidak layak pakai karena desain kapal yang besar tidak berimbang dengan mesin yang digunakan. Hal ini diungkapkan salah seorang penerima bantuan, Muhammad Yusuf di sela-sela kunjungan Anggota DPRD Provinsi NTT, Yohanes De Rosari, SE dalam rangka  Pengawasan urusan Pemerintahan bidang Infrastruktur di Desa Wailolong Kecamatan Omesuri Kabupaten lembata, Jumat (16/04/21)

TIDAK LAYAK PAKAI, PENERIMA BANTUAN GANTI MESIN BARU

Foto : Anggota DPRD Provinsi NTT, Yohanes De Rosari saat mengunjungi Penerima bantuan Kapal 3 GT di Desa Wailolong didampingi Kepala Seksi Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur Wilayah kabupaten Lembata, Flores Timur dan Sikka, Dicky Thao, S.Ip dan Penerima bantuan, Mohammad Yusuf.

Dalam kunjungan tersebut Anggota DPRD Provinsi NTT, Yohanes De Rosari, SE didampingi Kepala Seksi Penyawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur Wilayah kabupaten Lembata, Flores Timur dan Sikka, Dicky Thao, S.Ip.

Kepada DPRD, Yusuf mengatakan sejak bantuan itu diberikan di bulan januari 2020 lalu, kapal tersebut tidak dapat dipergunakan untuk mencari jauh karena mesin yang digunakan tidak mampu untuk mendorong kapal yang fisiknya lebih besar. Lanjutnya, hal ini dikhawatirkan akan menjadi kendala apabila mencari ikan diluar dari pulau tersebut dengan kondisi gelombang dan angin kencang, sehingga ia mengambil alternatif dengan membeli mesin baru yang lebih bertenaga agar dapat beraktifitas diluar dari tempat tersebut. Yusuf juga mengeluhkan kondisi dek  kapal yang terlalu rendah dan sangat dekat dengan air sehingga apabila terjadi gelombang maka air akan masuk ke dalam kapal.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur Wilayah kabupaten Lembata, Flores Timur dan Sikka, Dicky Thao, mengatakan bahwa temuan lapangan ini akan segera disampaikan ke DInas Perikanan Provinsi NTT agar hal ini menjadi perhatian serius sehingga kedepannya bantuan yang diberikan sesuai dengan harapan nelayan.

Anggota DPRD Provinsi NTT, Yohanes De Rosari setelah melihat langsung kondisi di lapangan mengatakan, hal ini sangat disayangkan karena bantuan yang diberikan tidak sesuai dengan harapan, dan malah merugikan penerima bantuan karena mereka harus mengeluarkan uang lagi untuk membeli mesin yang lebih bertenaga, karena itu lanjutnya, hal ini menjadi catatan dan akan membicarakannya dalam rapat di DPRD Provinsi NTT Bersama Dinas Perikanan Provinsi NTT agar di waktu mendatang kejadian ini tidak terjadi lagi.***ok