Video Pelantikan DPRD NTT

 

DPRD NTT Minta PT Bank NTT Tingkatkan Volume Penyaluran Dana CSR

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi NTT meminta PT Bank NTT meningkatkan volume penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) karena dari laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk CSR sangat rendah. Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Nelson O. Matara, S.IP, M.Hum dalam rapat dengar pendapat DPRD bersama jajaran Direksi dan manajemen PT Bank NTT, Senin (5/10/2015) di Ruang Kelimutu Gedung DPRD Provinsi NTT.


Direktur Utama PT Bank NTT, Daniel Tagu Dedo, SE yang hadir bersama Direktur Umum, Adrianus Ceme, SE, Direktur Pemasaran Dana, Eduardus Bria Seran, SE, Direktur Pemasaran Kredit, Absalom Sine, SE dan Direktur Kepatuhan, Tomy Jeferson Ndolu mengatakan, dari kegiatan CSR yang dilakukan Bank NTT, United Nations Development Programme (UNDP) menghibahkan dana PBB sebesar 26 milyar. Dalam berbagai upaya mengembangkan dana CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan, Bank NTT mengalokasikan dana cukup besar setiap tahun yang diarahkan untuk bantuan produktif bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). "Sebetulnya dana CSR yang disiapkan sudah ada peruntukkannya seperti untuk kegiatan sosial, ekonomi dan olahraga. Tahun 2014 dana CSR yang dimanfaatkan sebesar lebih dari Rp 2 miliar. Hanya saja untuk tujuan ekonomi produktif terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah masih perlu ditingkatkan, Sedangkan untuk tahun 2015 alokasi dana CSR sebesar Rp6,2 miliar," katanya.
Daniel menambahkan, Bank NTT bekerja sama dengan program pembangunan PBB atau UNDP telah mengembangkan energi terbarukan di beberapa lokasi di wilayah provinsi kepulauan ini dengan dana yang cukup besar sekitar Rp12 miliar. Selain itu, untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, Bank NTT mendukung penuh kehadiran dan kegiatan yang dilakukan Vredes Eilanden Country Offices (VECO) Indonesia terhadap pengembangan sektor kopi dan kakao di daratan Flores.  
Di akhir rapat Nelson mengatakan, selain CSR diharapkan Bank NTT dapat meningkatkan  kredit produktif untuk masyarakat terutama untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) serta ikut dalam pembiayaan pembangunan didaerah khususnya pada sektor-sektor penting. Itin.

Additional information