Video Pelantikan DPRD NTT

 

 

TERKAIT TRAGEDI CANTIKA 77 DPD PIKI BERTEMU KETUA DPRD PROVINSI NTT

DPD piki ntt

Persatuan Intelligensia Kristen Indonesia (PIKI) NTT yang dipimpin Ketua DPD PIKI NTT, Drs. Alexander Ena, M.Si. berkunjung ke DPRD Provinsi NTT dalam rangka Audiens terkait Tragedi Kapal Cantika 77 dan diterima Ketua DPRD Provinsi NTT, Ir. Emelia J. Nomleni di ruang kerjanya, Selasa (08/11/22)

Dalam rapat tersebut hadir juga Sekretaris DPD PIKI NTT, Dra. Anggreini D. N. Rupidara, M.Si., Ph.D, Dewan Pertimbangan PIKI NTT, Prof. Ir. Frans Umbu Data, M,Sc., Ph.D dan Dewan pakar PIKI NTT, Dr. Rodiallek Polo, M.Si dan beberapa Anggota DPD PIKI NTT.

Mengawali pertemuan tersebut, Ketua DPD PIKI NTT, Drs. Alexander Ena, M.Si. mengatakan Dewan Pimpinan Daerah Peratuan Intelligensia Kristen Indonesia (DPD PIKI) Provinsi Nusa Tenggara Timur telah melaksanakan Diskusi Publik tentang “Menelaah Tragedi Kemanusiaan KM. Cantika 77 Kupang-Kalabahi” dan menghasilkan Pokok-pokok Pikiran yang merupakan rangkuman dari pandangan dan pemikiran para Narasumber dan Peserta Diskusi baik dari unsur Pemerintah, Akademisi, Kepolisian, Pengawas layanan Publik, Praktisi Hukum bersama pengurus PIKI NTT  yang kegiatannya telah dilaksanakan tanggal 2 November 2022 lalu bertempat di ruang rapat Yayasan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Lanjutnya, dalam diskusi tersebut telah menghasilkan 13 butir rekomendasi pemikiran berkenaan dengan tragedy tersebut. DPD PIKI NTT berharap ada dukungan dari  DPRD Provinsi NTT untuk membantu dalam penyelesaian kasus tersebut.

Ketua DPRD Provinsi NTT, Ir. Emelia J. Nomleni dalam menanggapi catatan yang disampaikan tersebut mengatakan, terkait tragedi Kapal Cantika 77 sudah dipastikan karena kelalaian, salah satunya yang mendasar adalah jumlah manifest dan jumlah korban sangat beda jauh dan ini merupakan kelalaian dari berbagai pihak dalam menegakkan aturan baik itu dari pihak penyelenggara, KP3 laut, KSOP dan Syahbandar. Emi berharap dalam hal pengawasan penumpang ini menjadi catatan penting dan harus lebih ditingkatkan lagi agar tidak terjadi  hal serupa kedepannya.

“Sejak awal ketika tragedi ini saya sudah memastikan bahwa pasti ada kelalaian dalam penegakan aturan, itu sudah pasti. Kita bicara yang paling dasar saja itu antara manifest dan jumlah korban sangat jauh dan  tentu saya anggap itu kelalaian dari berbagai pihak baik dari penyelenggara, KSOP, Syahbandar, KP3 laut yang memberi ijin.” Tandasnya. Emi juga menyampaikan terima kasih kepada DPD PIKI NTT karena telah  memberikan kontribusi yang luar biasa dan berharap PIKI terus bekerja keras untuk berkontribusi bagi wilayah ini.

Emi Nomleni juga menyampaikan bahwa akan segera berkoordinasi dengan  Komisi IV yang membidangi Perhubungan untuk dapat melakukan rapat Bersama pihak – pihak terkait sesuai dengan catatan rekomendasi yang diberikan oleh DPD PIKI NTT. ***oken

 

 

 

Additional information